INISIASI 2 EKONOMI PEMBANGUNAN 04 UT SEMESTER 8

TEORI DAN MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI
Adelman (1961) mengidentifikasikan ada tiga faktor utama yang mendorong perubahan teori dan paradigma pembangunan dari masa ke masa. Pertama; adanya perubahan ideologi, kedua; adanya revolusi dan inovasi teknologi, ketiga; adanya perubahan lingkungan internasional sebagai dampak globalisasi ekonomi yang berlangsung sangat intensif, yang tercermin pada kian terintegrasinya kegiatan ekonomi antarbangsa.
Mazhab Historismus dan Klasik
Pola pemikiran mazhab Historismus didasarkan atas perspektif sejarah terhadap masalah dan fenomena ekonomi. Gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh penganut mazhab ini tidak lepas dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat Jerman pada abad ke-19.
1.       Teori Pembangunan Ekonomi Rostow
Pada awalnya Rostow mengungkapkan teorinya dalam tulisannya yang berjudul The Take-off Into Self-sustained Growth yang dimuat dalam Economic Journal (1956) kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam tulisannya yang berjudul The Stages of Economic Growth di dalam Economic History Review (1960).
Menurut Rostow, proses pembangunan ekonomi dapat dikelompokkan ke dalam lima tahap, yaitu masyarakat tradisional (the traditional society), prasyarat untuk lepas landas (the preconditions for take-off), lepas landas (the take-off), menuju kedewasaan (the drive to maturity), dan masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption).
2.       Kritik terhadap Teori Rostow
Simon Kuznets dalam salah satu tulisannya yang berjudul Notes on the take-off (1965) memandang bahwa perbedaan antar tahap dalam teori Rostow nampak sangat “kabur”.  Misalnya pada tahap prasyarat untuk lepas landas dan tahap lepas landas sangat sulit dibedakan karena beberapa asumsi dan karakteristik yang menyertai tahap lepas landas ternyata sudah berlaku pada tahap sebelumnya (tahap prasyarat untuk lepas landas).
Kuznets juga mengkritik tentang kegagalan Rostow dalam menyatakan ruang lingkup yang sesuai dengan teorinya, yaitu pada masyarakat yang seperti bagaimana teorinya akan berlaku.
Adanya ketidak sesuaian antara fakta pada beberapa Negara yang dianggap Rostow telah berada pada masa lepas landas dengan gambaran yang diberikan Rostow dalam analisisnya, membuat Kuznets meragukan tentang perlunya membedakan tahap lepas landas dengan tahap sebelum dan sesudahnya.
Mazhab Klasik
Menurut pandangan Klasik, ada tiga syarat mutlak yang diperlukan guna mencapai keserasian dalam kehidupan ekonomi dan kesejahteraan umum (economic harmony and general welfare), yaitu adanya spesialisasi, efisiensi, dan pasar bebas.
1.       Adam Smith (1723-1790), dalam bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Di dalam menjelaskan teori  pertumbuhan ekonominya, Smith membedakan dua aspek utama dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk.
a.       Pertumbuhan output total
Menurut Smith, unsur pokok dari sistem produksi suatu negara, yaitu sebagai berikut:
1)      Sumber daya alam yang tersedia
2)      Sumber daya manusia
3)      Akumulasi modal yang dimiliki
4)      Ketersediaan stok modal
5)      Pengaruh stok modal
6)      Faktor pendukung  lain
b.      Pertumbuhan penduduk
Menurut Smith, pertumbuhan penduduk dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Bertambahnya penduduk akan memperluas pasar dan perluasan pasar akan mempertinggi tingkat spesialisasi dalam perekonomian.
c.       Kritik terhadap teori Adam Smith
Ada beberapa kritik terhadap teori Adam Smith, yaitu sebagai berikut:
1)      Adanya pembagian kelas dalam masyarakat. Teori ini mengabaikan peranan kelas menengah dalam pembangunan ekonomi.
2)      Alasan menabung. Smith mengabaikan peran perbankan dalam memobilisasi dana tabungan masyarakat.
3)      Asumsi persaingan sempurna
4)      Pengabaian peranan entrepreneur. Ternyata para entrepreneur ini mempunyai peran sentral dalam pembangunan
5)      Asumsi stasioner. Asumsi yang sangat tidak realistis

2.       David Ricardo (1772-1823)
Teorinya dipaparkan dalam bukunya yang berjudul Principles of Political Economy and Taxation pada tahun 1917.
a.       Proses pertumbuhan
Dengan terbatasnya jumlah tanah maka pertumbuhan penduduk (tenaga kerja) akan menurunkan produk marginal  yang kemudian dikenal dengan istilah hukum kenaikan hasil yang semakin menurun (the law of diminishing return). Selama tenaga kerja yang dipekerjakan pada tanah tersebut bisa menerima tingkat upah di atas tingkat upah alamiah maka jumlah penduduk (tenaga kerja) akan terus bertambah, hal ini akan menurunkan lagi produk marginal tenaga kerjanya dan pada gilirannya akan menurunkan tingkat upah.
Menurut Ricardo, peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi akan cenderung meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Atau dengan kata lain, dapat memperlambat bekerjanya hukum kenaikan hasil yang semakin menurun yang pada gilirannya akan memperlambat pula penurunan tingkat hidup minimal.
b.      Kritik terhadap teori Ricardo
Ada beberapa kritik terhadap teori  ini:
1)      Pengabaian pengaruh kemajuan teknologi. Ricardo kurang memperhatikan potensi kemajuan teknologi dalam menahan lajunya hukum kenaikan hasil yang semakin menurun dari faktor produksi tanah.
2)      Pengertian yang salah tentang keadaan stasioner. Tidak ada perekonomian yang mencapai keadaan stasioner dengan laba yang meningkat, produksi yang meningkat, dan adanya akumulasi modal.
3)      Pengabaian faktor-faktor kelembagaan. Pada kenyataannya faktor tersebut sangat berperan dalam pembangunan ekonomi dan tidak dapat diabaikan begitu saja.
4)      Teori Ricardo bukan teori pertumbuhan. Menurut Schumpeter merupakan teori distribusi yang menentukan besarnya peranan tenaga kerja, tuan tanah, dan pemilik modal dalam perekonomian.
5)      Pengabaian suku bunga. Tidak menganggap suku bunga sebagai imbalan jasa yang terpisah dari modal, namun termasuk dalam laba.
TEORI NEOKLASIK, KEYNESIAN, DAN PERTUMBUHAN ENDOGEN
A.      TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI KEYNESIAN (HARROD-DOMAR)
Teori ini menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar suatu perekonomian dapat tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Menurut Harrod-Domar, pembentukan modal merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal tersebut dapat diperoleh dari akumulasi tabungan.
Teori Harrod-Domar merupakan sintesis dari pemikiran Klasik dan Keynes mengenai makna pembentukan modal dalam kegiatan ekonomi. Dalam teori ini, pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kemampuan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan jasa, serta sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif seluruh masyarakat.
Menurut Harrod-Domar, setiap perekonomian dapat menyisihkan sejumlah proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya untuk mengganti barang-barang modal (gedung, peralatan, dan material) yang telah rusak. Namun, untuk dapat meningkatkan laju perekonomian diperlukan investasi-investasi baru sebagai tambahan stok modal.
B.      TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEOKLASIK (SOLOW-SWAN)
Model pertumbuhan Solow-Swan merupakan pijakan dari teori pertumbuhan neoklasik. Model ini terlahir sebagai sebuah kritik terhadap pandangan Harrod-Domar mengenai rasio modal-output (capital-output ratio) yang konstan.
Model pertumbuhan Solow-Swan menunjukkan tentang bagaimana pertumbuhan dalam stok modal fisik, tenaga kerja dan perkembangan teknologi mempengaruhi tingkat output suatu perekonomian. Jika model Harrod-Domar mengasumsikan skala pengembalian yang konstan (constant returns to scale) dengan koefisien baku maka model Solow-Swan berpegang teguh pada konsep skala pengembalian yang kian menurun (decreasing returns to scale) dari input tenaga kerja dan modal fisik apabila keduanya dianalisis secara terpisah.
Menurut pendangan teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung pada ketersediaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi (technological progress).
Pandangan teori ini didasarkan pada anggapan yang mendasari analisis ekonomi klasik, yaitu perekonomian berada pada tingkat pengerjaan penuh (full employment)  dan tingkat pemanfaatan penuh (full utilization) atas faktor-faktor produksinya. Dengan kata lain, perekonomian akan terus berkembang, dan semuanya itu tergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi capital, dan kemajuan teknologi. Selanjutnya menurut teori ini, rasio modal-output (capital-output ratio) dapat berubaha (bersifat dinamis). Dengan kata lain, untuk menciptakan sejumlah output tertentu, dapat digunakan jumlah modal yang berbeda-beda dengan bantuan tenaga kerja yang jumlahnya berbeda-beda pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika lebih banyak modal yang digunakan maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit, sebaliknya, apabila modal yang digunakan lebih sedikit maka lebih banyak tenaga kerja yang digunakan. Dengan adanya fleksibilitas ini maka suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang tak terbatas dalam menentukan kombinasi antara modal (K) dan tenaga kerja (L) yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.

TEORI PERTUMBUHAN ENDOGEN (ROMER)
Teori pertumbuhan endogen (endogenous growth theory) memiliki perspektif yang lebih luas daripada teori-teori pertumbuhan sebelumnya. Romer memasukkan komponen teknologi endogen yang merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan (research and development) dan ilmu pengetahuan ke dalam modelnya.
Model pertumbuhan endogen ini menyajikan sebuah kerangka teoretis untuk menganalisis proses pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam sistem ekonomi itu sendiri.  Kemajuan teknologi merupakan hal yang bersifat endogen, dimana pertumbuhan merupakan bagian dari keputusan para pelaku ekonomi untuk berinvestasi dalam bidang ilmu pengetahuan. Selain itu, pengertian modal disini lebih dari hanya sekedar modal fisik, namun juga mencakup modal insani.
Secara struktural, model pertumbuhan endogen ini mempunyai kemiripan dengan model Neoklasik (Solow-Swan), hanya berbeda pada beberapa asumsi dan kesimpulan yang diambil. Model ini tidak menggunakan asumsi diminishing marginal returns to capital investment, tetapi menggunakan asumsi increasing return to scale pada fungsi produksi agregatnya.

TEORI SCHUMPETER DAN TEORI KETERGANTUNGAN
Salah satu pendapat Schumpeter yang menjadi landasan teori pembangunannya adalah adanya keyakinan bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat.
Menurut Schumpeter, faktor utama yang menyebabkan perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dan pelakunya adalah para inovator atau pengusaha. Kemajuan ekonomi suatu masyarakat hanya bisa diterapkan dengan adanya inovasi oleh para entrepreneurs. Kemajuan ekonomi tersebut dapat dimaknai sebagai peningkatan output total masyarakat.
Menurur Schumpeter, pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, tanpa adanya perubahan dalam “teknologi” produksi itu sendiri.
Pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh adanya inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha. Inovasi disini bukan hanya berarti perubahan yang “radikal” dalam hal teknologi, inovasi juga dapat dipresentasikan sebagai penemuan produk baru, pembukaan pasar baru.
Menurut Schumpeter, setidaknya ada tiga fakta unik mengenai inovasi antara lain:
1.       Diperkenalkannya “tekonologi” baru
2.       Menimbulkan keuntungan lebih (keuntungan monopolistis) yang merupakan sumber dana penting bagi akumulasi modal
3.       Inovasi akan selalu diikuti oleh timbulnya proses peniruan (imitasi), yaitu adanya pengusaha-pengusaha lain yang meniru teknologi baru tersebut.
Menurut Schumpeter ada lima macam kegiatan yang dapat dikelompokkan sebagai inovasi yaitu:
1.       diperkenalkannya produk baru yang sebelumnya tidak ada
2.       diperkenalkannya cara berproduksi baru
3.       pembukaan daerah-daerah pasar baru
4.       penemuan sumber-sumber bahan mentah baru
5.       perubahan organisasi industri sehingga tercipta efisiensi dalam industri
Ada dua prasyarat yang memungkinkan untuk terciptanya sebuah inovasi, yaitu (1) harus tersedia cukup calon-calon pelaku inovasi (inovator dan entrepreneurs) di dalam masyarakat; serta (2) harus ada lingkungan social, politik, dan teknologi yang dapat merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi.
Menurut Schumpeter, ada dua faktor lain yang menunjang terlaksananya inovasi, yaitu (1) adaanya cadangan ide-ide baru yang relevan; dan (2) adanya sistem perkreditan yang dapat meyediakan dana bagi para entrepreneur untuk dapat merealisasikan ide-ide tersebut menjadi kenyataan.
TEORI KETERGANTUNGAN
Teori ini pertama kali berkembang di Amerika Latin pada tahu 1960-an oleh Paul Baran.
Salah satu tokoh yang paling menonjol pada teori ini – Andre Gunder Frank – dalam salah satu tulisannya yang berjudul Capitalism and Underdevelopment in Latin America (1966) menyatakan bahwa kontak antara negara-negara core  dan negara-negara periphery lah yang menyebabkan keterbelakangan di negara-negara periphery. Kontak tersebut yang “menyeret” negara-negara periphery masuk ke dalam sistem kapitalisme  dunia dan kemudian terperangkap di dalamnya.
Theotonio Dos Santos (1970), seorang pakar teori ketergantungan lainnya, mengklasifikasikan ketergantungan ke dalam tiga jenis yaitu:
1.       Ketergantungan Kolonial (Colonial Dependence)
Ketergantungan yang ditandai oleh bentuk hubungan perdagangan pada zaman penajajahan dimana kekuatan-kekuatan kaum elit di dalam negeri beraliansi dengan pemerintahan kolonial, dan kemudian mendominasi hubungan-hubungan ekonomi antara negara penjajah dan negara jajahan melalui sistem perdagangan monopoli yang dilengkapi dengan sistem monopoli penguasaan tanah dan lahan-lahan pertanian, pertambangan, dan tenaga kerja oleh pemerintah kolonial.
2.       Ketergantungan Industri Keuangan (Industrial-Financial Dependence)
Hal ini ditandai dengan adanya dominasi arus modal asing oleh negara-negara penjajah. Modal asing tersebut berwujud investasi secara besar-besaran pada sektor-sektor kunci di negara-negara jajahan.
3.       Ketergantungan Teknologi Industri (Technology-Industrial Dependence)

Ketergantungan teknologi industri berkembang setelah Perang Dunia ke II, dimana negara-negara maju melalui perusahaan-perusahaan multinasional yang mereka miliki melakukan investasi secara besar-besaran di sektor industri untuk memenuhi pasar dalam negeri di NSB.

YANG INGIN BERTANYA MASALAH TUGAS BISA HUB 081902465337

INISIASI 1 EKONOMI PEMBANGUNAN 04

PEMBANGUNAN EKONOMI BERENCANA
Pengertian dan Tujuan Pembangunan Ekonomi serta Karakteristik Negara Berkembang
Perhatian terhadap pembangunan ekonomi setelah PD II mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: pertama, berkembanganya cita-cita negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju dalam bidang ekonomi. Kedua, berkembangnya perhatian negara maju terhadap usaha pembangunan ekonomi NSB disebabkan rasa kemanusiaan negara maju terhadap NSB dalam rangka mempercepat laju pembangunan ekonomi mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju dan pertimbangan lain yaitu untuk mendapat dukungan dalam perang ideologi antara blok barat dan blok timur.
A.      Pengertian Pembangunan
1.       Ukuran-ukuran Ekonomi Tradisional
Istilah pembangunan (development) secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah perekonomian nasional yang kondisi-kondisi ekonomi awalnya kurang lebih statis dalam kurun waktu cukup lama untuk menciptakan dan mempertahankan kenaikan tahunan atas Pendapatan Nasional Bruto atau GNP pada tingkat sekitar 5% atau 7% atau lebih.
Pembangunan ekonomi juga sering diukur berdasarkan tingkat kemajuan struktur produksi dan penyerapan sumber daya (employment) yang diupayakan secara terencana.
Tinggi rendahnya kemajuan pembangunan suatu negara hanya diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan GNP baik secara keseluruhan maupun per kapita, yang diyakini akan menetes dengan sendirinya (trickle down effect) sehingga menciptakan distribusi hasil-hasil pertumbuhan ekonomi dan sosial secara lebih merata.
2.       Pandangan Baru Ekonomi Pembangunan
Tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi bukan lagi menciptakan petumbuhan GNP yang setinggi-tingginya melainkan pengurangan kemiskinan, penanggulangan ketimpangan pendapatan, dan penyediaan lapangan kerja dalam konteks perekonomian yang terus berkembang.
Menururt Profesor Goulet dalam Todaro (2000) ada tiga nilai inti dari pembangunan yaitu:
a.        Kecukupan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. Yang dimaksud “kecukupan” yaitu semua hal yang merupakan “kebutuhan dasar” adalah segala sesuatu yang tidak dipenuhi akan menghentikan kehidupan seseorang.
b.       Jati diri: menjadi manusia seutuhnya
Nilai inti lainnya dari kehidupan yang serba lebih baik adalah dorongan dari diri sendiri untuk maju, menghargai diri sendiri, merasa pantas dan layak melakukan sesuatu atau mencapai sesuatu, yang sering disebut sebagai istilah jati diri (self-esteem)
c.        Kebebasan dari sikap menghamba: kemampuan untuk memilih
Nilai inti terakhir adalah konsep kemerdekaan manusia. Kebebasan dalam hal ini juga meliputi kemampuan individual atau masyarakat untuk memilih satu atau sebagian dari sekian banyak pilihan yang tersedia.

Dari defenisi tersebut maka pembangunan ekonomi adalah:
a.        Suatu proses perubahan yang terjadi terus menerus;
b.       Usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita berlangsung dalam jangka panjang;
c.        Perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang yang ditinjau dari aspek perbaikan bidang institusi dan regulasi.

B.       Tujuan Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin melalui serangkaian kombinasi dari proses sosial, ekonomi dan kelembagaan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Tiga tujuan inti yang harus ada dalam proses pembangunan yaitu:
1.       Peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup pokok (basic need)
2.       Peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan dalam rangka memperbaiki kesejahteraan serta menumbuhkan jati diri pribadi dan bangsa (self esteem).
3.       Perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial (freedom from servitude) bagi setiap individu dan bangsa yaitu dengan membebaskan diri dari sikap menghamba dan ketergantungan, tidak hanya terhadap orang atau bangsa lain.

C.       Karakteristik Negara Sedang Berkembang
Menurut Todaro (2000) mengemukakan karakteristik NSB sebagai berikut:
1.       Standar hidup yang relatif rendah
2.       Tingkat produktivitas yang rendah
3.       Tingkat pertumbuhan penduduk serta beban ketergantungan yang tinggi
4.       Tingginya tingkat pengangguran terbuka dan pengangguran semu
5.       Ketergantungan terhadap produksi pertanian serta ekspor produk primer (bahan mentah)
6.       Pasar dan informasi yang tidak sempurna
7.       Dominasi ketergantungan, dan vulnerability dalam hubungan-hubungan internasional

Indikator Pembangunan:
Moneter dan Non Moneter
A.      Indikator Moneter
1.       Pendapatan Per Kapita
Pendapatan per kapita selain memberikan gambaran tentang laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara juga dapat menggambarkan perubahan corak perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sudah terjadi.
2.       Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih
Konsep indikator pembangunan yang lebih baik adalah yang dilakukan oleh William Nordhaus dan James Tobin (1972) yang mencoba untuk menyempurnakan nilai-nilai GNP dengan dua cara melalui koreksi positif dan negatif yaitu konsep Net Economic Welfare (NEW). Koreksi positif mengharuskan kita untuk memperhatikan waktu senggang (leisure) dan perkembangan sektor ekonomi informal. Sementara itu koreksi negatif adalah berkaitan dengan masalah kerusakan lingkungan. Lebih rendahnya GNP dari yang sebenarnya bukanlah hal yang lebih sulit dimengerti. Yang sulit dimengerti adalah hal-hal yang menyebabkan GNP dinilai terlalu tinggi pada yang sebenarnya.

B.       Indikator Non Moneter
1.       Indikator sosial
Dalam membandingkan tingkat kesejahteraan terdapat tiga kelompok  yang memelopori usaha tersebut, kelompok pertama dipelopori oleh Colin Clark yang selanjutnya disempurnakan oleh Gilbert dan Kravis, yang membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat di dua atau beberapa negara dengan memperbaiki cara-cara yang dilaksanakan dalam perhitungan pendapatan nasional biasa. Kelompok kedua, membuat penyesuaian dalam pendapatan masyarakat yang dibandingkan  dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat harga disetiap negara. Dan kelompok ketiga yang dipelopori oleh Bennet yang berusaha membuat perbandingan tingkat kesejahteraan di setiap negara berdasarkan data yang tidak bersifat moneter (non monetary indicators).
2.       Indeks Kualitas Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Kualitas Hidup (IKH) merupakan indeks gabungan dari 3 indikator yaitu tingkat harapan hidup, angka kematian, dan tingkat melek huruf. Sejak tahun 1990 UNDP mengembangkan suatu indeks yang dikenal dengan istilah Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks, HDI) indikatornya adalah: tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf masyarakat, dan tingkat pendapatan riil perkapita berdasarkan daya beli masing-masing negara.
3.       Indikator Biro Pusat Statistik
Indikator Susenas Inti (core Susenas) yang dikembangkan BPS pada tahun 1992 yang meliputi aspek-aspek: pendidikan, kesehatan, perumahan, angkatan kerja, keluarga berencana dan fertilitas,  ekonomi, kriminalitas, perjalanan wisata dan, akses ke media massa.

Motivasi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi
A.      Motivasi Pembangunan Ekonomi
Menurut Arsyad (2004) motivasi pembangunan ekonomi pasca PD II disebabkan oleh 3 faktor yaitu pertama, munculnya hasrat NSB untuk segera membangun ekonomi negaranya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kedua, melihat pengalaman dari perkembangan perencanaan ekonomi di negara-negara sosialis pada saat itu dan ketiga, pengalaman perencanaan di Eropa dan Amerika Serikat selama PD II yang menunjukkan kepada para ekonom adalah mungkin bagi pemerintah untuk mempengaruhi tingkat dan arah pertumbuhan ekonomi.
B.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi
1.       Penduduk dan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Penghasilan riil per kapita akan meningkat apabila diimbangi dengan penurunan tingkat perkembangan penduduk. Penurunan perkembangan penduduk dan semakin berkualitasnya tenaga yang dimiliki oleh suatu negara yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, kesehatan dan kecakapannya akan meningkatkan laju pembangunan ekonomi.
2.       Modal
Modal sebagai alat pendorong perekonomian meliputi investasi dalam pengetahuan teknik, perbaikan-perbaikan dalam pendidikan, kesehatan dan keahlian. Dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang fungsi kapital yang meningkatkan produktivitas tidak saja berujud pabrik-pabrik dan perlengkapannya tetapi juga human capital.
3.       Sumber Daya Alam (SDA)
Adanya sumber daya alam dalam suatu negara meskipun minimum tentunya akan memberikan harapan untuk adanya perkembangan ekonomi. Namun demikian peranan relatif dari sumber daya alam dalam perkembangan ekonomi cenderung untuk turun bila perekonomian semakin berkembang.
4.       Teknologi dan Wiraswasta (Enterpreneur)

Dalam negara yang relatif lebih maju perbedaan atau jarak antara kemungkinan-kemungkinan teknologi dan praktek-praktek pengusaha jauh lebih sedikit daripada di negara-negara kurang maju.

BAGI YANG INGIN TANYA MASALAH TUGAS BISA HUB 081902465337

TUGAS 2 BH INDONESIA 12 UT SEMESTER 8

Bahasa Indonesia 12
TUGAS 2
Irdatama santia anindita
018680547
 


Tuton Mata Kuliah Bahasa Indonesia/PBIN4110

Bacalah wacana berikut ini kemudian kerjakan soal-soal di bawahnya.

Biogas
Sumber Energi Ramah Lingkungan

Dengan semakin majunya peradaban manusia akan menuntut semakin banyak aktivitas manusia yang akan dilakukan di muka bumi demi tujuan pemenuhan kebutuhan hidup. Hampir semua aktivitas tersebut menyebabkan penambahan emisi gas rumah kaca. Akibat penggunaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang ternyata telah memberikan akibat negatif terhadap kehidupan di dunia. Hasil penelitian dari sekelompok peneliti di bawah naungan Badan Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim menyebutkan, penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam telah menyumbangkan cukup besar pencemaran gas efek rumah kaca yaitu karbondioksida ke atmosfer bumi yang mempunyai pengaruh besar dalam proses pemanasan global.
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghambat pemanasan global yang telah diikrarkan dalam “Protokol Kyoto” tahun 1997 adalah mengurangi emisi gas efek rumah kaca. Bioenergi menjadi salah satu hal yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas.
Bioenergi selain dapat dihasilkan dari tanaman yang memang sengaja dibudidayakan untuk produksi bioenergi juga dapat diusahakan dari pengolahan limbah yang dihasilkan dari aktivitas kehidupan manusia. Sehingga diharapkan selain dapat mengurangi emisi gas efek rumah kaca juga mengurangi masalah lingkungan dan meningkatkan nilai dari limbah itu sendiri. Salah satu limbah yang dihasilkan dari aktivitas kehidupan manusia adalah limbah dari usaha peternakan sapi yang terdiri dari feses, urin, gas, dan sisa makanan ternak.
Limbah peternakan khususnya ternak sapi merupakan bahan buangan dari usaha peternakan sapi yang selama menjadi salah satu sumber masalah dalam kehidupan manusia sebagai penyebab menurunnya mutu lingkungan melalui pencemaran lingkungan, menggangu kesehatan manusia dan juga sebagai salah satu penyumbang emisi gas efek rumah kaca. Pada umumnya limbah peternakan hanya digunakan untuk pembuatan pupuk organik. Untuk itu sudah selayaknya perlu adanya usaha pengolahan limbah peternakan menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan manusia dan bersifat ramah lingkungan.
Pengolahan limbah peternakan melalui proses fermentasi dapat menghasilkan biogas yang menjadi salah satu jenis bioenergi. Pengolahan limbah peternakan menjadi biogas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan menjadikan peluang usaha bagi peternak karena produknya terutama pupuk kandang banyak dibutuhkan masyarakat.
Sumber daya energi mempunyai peran penting dalam semua aspek pembangunan ekonomi nasional. Energi diperlukan untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa perhubungan, dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Meskipun Indonesia adalah salah satu negara penghasil batu bara, minyak bumi dan gas, namun dengan berkurangnya cadangan minyak dan penghapusan subsidi menyebabkan harga minyak naik dan kualitas lingkungan yang menurun akibat penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan.
Kondisi ini sangat memprihatinkan, ketergantungan terhadap sumber energi tidak dapat dihindari, Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap bahan bakar minyak sangatlah besar. Semakin melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat tingginya harga BBM di pasar dunia sangat memberatkan masyarakat terutama bagi masyarakat yang berada di daerah pedalaman yang merupakan kantong-kantong masyarakat miskin karena harga BBM di lokasi ini bisa naik 2 – 8 kali lipat lebih tinggi dari harga di perkotaan. Belum lagi masalah BBM selesai, masalah listrik mencuat pula. Pemadaman listrik bergiliran menjadi konsumsi masyarakat di beberapa daerah. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dihadapkan kepada masalah kesulitan membeli batu bara sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik yang dimiliki oleh PLN. Kelangkaan batu bara untuk usaha listrik ini terjadi karena produksi batu bara Indonesia yang melimbah sebagian besar justru diekspor ke luar negeri.
Sudah saatnya Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dengan mengembangkan sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dan terbarukan. Salah satu jenis bahan bakar pengganti yang dimaksud adalah bioenergi. Bioenergi selain bisa diperbaharui bersifat ramah lingkungan, dapat terurai, mampu mengurangi efek rumah kaca dan terus-menerus bahan baku cukup terjamin. Bahan baku bioenergi dapat diperoleh dengan cara sederhana yaitu melalui budidaya tanaman penghasil biofuel dan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kehidupan manusia.
Dan Becham (1868) murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882) adalah orang pertama yang memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan gas metan. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses fermentasi. Biogas yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas metan dalam persentase yang cukup tinggi.
Biogas sebagai salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui dapat menjawab kebutuhan akan energi sekaligus menyediakan kebutuhan hara tanah dari pupuk cair dan padat yang merupakan hasil sampingannya serta mengurangi efek rumah kaca. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pengganti dapat mengurangi penggunaan kayu bakar. Dengan demikian dapat mengurangi usaha penebangan hutan, sehingga kehidupan hutan terjaga. Biogas menghasilkan api biru yang bersih dan tidak menghasilkan asap.
Energi biogas sangat potensial untuk dikembangkan kerena produksi biogas peternakan ditunjang oleh kondisi yang memungkinkan dari perkembangkan dunia peternakan sapi di Indonesia saat ini. Di samping itu, kenaikan tarif listrik, kenaikan harga LPG, premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar telah mendorong pengembangan sumber energi elternatif yang murah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Soal-soal Tugas 2

1.      a)  Tergolong jenis apakah tulisan/bacaan di atas?
      b)     Berikan alasan atas jawaban/pendapat Anda
2.      a)   Apa tema tulisan/bacaan di atas?
      b)     Tuliskan topik-topik inti yang terdapat di dalam tulisan tersebut.

UNTUK JAWABAN BISA HUB 081902465337

TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 12 UNIVERSITAS TERBUKA SEMESTER 8

Tugas 1
Tuton Bahasa Indonesia/MKDU4110

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional dan Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional!
  2. Tuliskan fungsi-fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara!
  3. Setujukah Anda bila dikatakan bahwa bahasa itu indah, produktif, dan dinamis? Jelaskan pendapat Anda dan berikan masing-masing contohnya.
  4. Isilah kolom yang kosong pada tabel berikut ini. 
  5. Tuliskan isi pidato Bung Tomo yang dapat Anda unduh dari youtube dengan alamat
  6. Berikan/tulis pendapat Anda mengenai persamaan atau perbedaan semangat nasionalisme para pemuda Indonesia ketika itu (masa perjuangan) dengan semangat nasionalisme para pemuda Indonesia sekarang ini?

YANG INGIN TAU JAWABANYA BISA WA 081902465337

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA 12 UNIVERSITAS TERBUKA SEMESTER 8

menyimak dibagi 2
menyimak interaktif yaitu bertatap muka langsung
menyimak noninteraktif yaitu ketika menonton tv atau radio
berdasarkan intensitas dibagai manjadi 2
1....menyimak eksistensif  kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal hall umum yg tidak merlukan bimbingan seorang guru
a,,, menyimak sekunder menyimak secara kebetulan casual listening dan ekstensif
contohnya ketika seseorang sedang bekerja sambil mendengarkan radio dll
b,,,menyimak pasif sama dengan menyiamak sekunder contohnya ketika seseorang sedang bekerja sambil mendengarkan radio namun saat itu diradio sedang ada lagu bagus dan anda lebih fokus tehadap lagu tersebut maka itu adalah menyimak pasif
c,,,menyimak estetis disebut juga menyimak apresiatif ..contohnya ketika mendengarkan drama di radio (iimaajinasi ikut bermain)
2....menyimak intensif yaitu menyimak yang memerlukan bimbingan dan aaarahan
a,,,menyimak kritis adalah menyimak yang dilakukan dengan sungguh sungguh untuk memberikan penilaian secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran dan kelebihan serta kekurangan contohnya menyimak pembacaan sebuah wacana kemudian kita menentukan ide pokok serta menentukan fakta dan opini,,menilai kekurangan dan kelebihan.
b,,,menyimak kreatif yaitu menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajaran. contohnya ketika kita menyimak beriata dan kita membuat puisi atau prosa pendek yang menceritakan tentang kisah yang ada di berita tersebut.
c,,,menyimak konsentratif merupakan kegiatan menelaah..menyimak konsentratif merupakan kegiatan yang mengharuskan kita berkonsentrasi tinggi contoh kasusnya ketika kita mendengarkan sebuah rekaman tentang petunjuk penggunaan losion anti nyamuk,,setelah menyimak kita bisa menjawab pertanyaan tentang cara menggunakannya dll
frasa_kata_kalimat_paragraf_wacana


 BAGI YANG INGIN MENDAPATKAN INFO TENTANG TUGAS-TUGAS DI UT BISA WA 081902465337

yang terbaik

No whatsapp jasa karya ilmiah Universitas Terbuka

Untuk no whatsapp nya ganti di 085293796340 Untuk testimoni ada di galeri. Untuk yg lain2 gak tak post krna sdh mulai di rame pembahasan ter...